Dunia Islam masa kini digemparkan dengan munculnya sesosok anak kecil bernama Jihad Al-Maliki. Sosok yang satu ini cukup fenomenal, walaupun terlahir dalam keadaan prematur sehingga mengakibatkan paru-paru kirinya belum berkembang secara sempurna. Ujian pun datang saat ia dirawat di inkubator untuk mendapatkan pasokan oksigen, oksigen masuk ke matanya sehingga mengakibatkan kebutaan total.
Dalam kondisi serba terbatas, tidak mengurung niat Jihad Al-Maliki untuk terus belajar Islam. Kendati penglihatannya tidak sempurna, Jihad Al-Maliki tetap tegar bahkan, ia fokus pada kelebihan yang telah Allah Swt. anugerahkan kepadanya. Matanya buta, tetapi Allah memberi karunia daya ingatannya yang sangat kuat. Tepat sejak berumur 5 tahun, ia mulai belajar dan menghafal alquran. Jihad mulai menghafal alquran saat berusia 5 tahun dengan cara mendengarkan tilawah alquran melalui siaran radio. Tujuh juz pertama ia hafalkan di Riyadh bersama gurunya Syaikh Mizan
Setelah itu Jihad Al-Maliki pindah ke Madinah dan menghafalkan 23 juz di bawah bimbingan kedua orang tuanya. Jihad membiasakan diri mengulang-ulang ayat dan surat yang hendak ia hafal, lalu membacakannya dengan dikoreksi oleh kedua orang tuanya. Hal itu ia lakukan setiap hari. Awalnya, ia menghafal setengah halaman setiap harinya, setelah mulai terbiasa ia bisa menghafal satu sampai dua halaman setiap hari. Akhirnya pada usia 7 tahun, Jihad berhasil menghafal 30 juz alquran.
Namun, walaupun sudah hafal, ia tetap mengulang (muroja'ah) 3-5 juz hafalannya setiap hari. Ia juga belajar di Dar al-Furqon, sebuah institusi sekolah untuk penghafal alquran dan mempelajari kandungannya. Saat berusia 11 tahun, Jihad Al-Maliki sudah mendapatkan sanad (pengakuan riwayat bacaan alquran) hafs, sanad, matan ilmu tajwid al-Jazariyah dan Tuhfatu al-Athfal.
Tak hanya hafal 30 juz alquran, Jihad Al-Maliki hafal pula ribuan hadis. Lebih dari seribu hadis telah ia hafalkan. Baik matan, sanad, sampai perawinya. Kemampuannya yang luar biasa ini tak pelak membuat decak kagum para ulama dan kaum muslimin di jazirah Arab bahkan, di dunia.
Semoga Allah Swt. merahmati, memberikan kemuliaan, dan memberkahi Syaikh Jihad Al-Maliki dan juga bagi para penghafal alquran di mana pun berada. Amin ....
Penulis: Adrie Noor
Sumber: Berbagai sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar