Mengapa harus menghafalkan alquran? Pertanyaan ini
seringkali ditanyakan oleh sesama muslimin dan non-muslimin. Jawabannya cukup
sederhana, karena iman. Ya! Bagi seorang muslim sejati rasa iman akan
melahirkan
kecintaan pada Allah
Swt. dan wahyu yang diturunkan melalui para nabi dan
rasul-Nya.
Alquran adalah bentuk kasih sayang Allah Swt. kepada
umat manusia agar senantiasa hidup dalam kebenaran dan mendapatkan keberkahan
hidup di dunia-akhirat. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam kalam-Nya yang
agung:
”Sesungguhya alquran ini menunjuki ke jalan yang paling
lurus dan memberikan kabar gembira orang orang beriman yang
beramal saleh bahwasanya bagi mereka pahala yang besar” (Q.S. Al-Kahfi [17]: 9)
Umat manusia yang mengikuti alquran akan mendapatkan
kemuliaan. Ibaratkan seseorang yang menjatuhkan dirinya ke dalam air, maka
dampak yang ia terima adalah basah. Tak jauh berbeda ketika seseorang
menghafalkan alquran maka dampak yang akan ia terima adalah kemulian karena
alquran adalah mulia. Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Sesungguhnya Allah Swt. mengangkat derajat
beberapa kaum dengan alquran ini dan merendahkan yang lain dengannya pula.”
(H.R. Muslim)
Oleh karena itu, hendaknya umat Islam membiasakan diri
untuk membaca, menghafalkan serta mengamalkanya. Beruntunglah para penghafal
alquran karena Allah Swt. memberikan keutamaan dan fadilah yang luar biasa di dunia-akhirat bagi
penghafal alquran.
Berikut ini keutamaan-keutamaan menghafalkan alquran:
(1) Dari Utsman ra. dari Nabi Muhammad Saw. bersabda:
“Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar alquran dan mengajarkannya.” (HR.
Al-Bukhari no. 4639).
(2) Alangkah indahnya hidup kita, bila kita tidak hanya
sekedar bisa membaca alquran,
tetapi juga menghafalnya dan mengamalkannya. Banyak hadis Rasulullah Saw. yang
mendorong untuk menghafal alquran
atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak
kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah Swt. Seperti dalam hadis yang
diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “Orang yang tidak mempunyai hafalan Alquran
sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi).
(3) Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
“Penghafal Alquran akan datang pada hari kiamat, kemudian alquran akan berkata: Wahai Tuhanku,
bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan),
Alquran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan
jubah karamah. Kemudian alquran
memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridainya. Dan
diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat
surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat
dan kebaikan” (HR. Tirmidzi, hadis hasan {2916}, Ibnu Khuzaimah, Al
Hakim, ia menilainya hadis shahih).
(4) Alquran akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal
.Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda,
“Bacalah olehmu alquran,
sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para
pembacanya (penghafalnya).” (HR. Muslim).
(5) Nabi Muhammad Saw. memberikan amanat pada para hafizh
dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ia berkata,
“Telah mengutus Rasulullah Saw. sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian
Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang
sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau
bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini, surat ini, dan surat al-baqarah.” Benarkah kamu hafal surat al-baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi
menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin
delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i).
(6) Nikmat menghafal Alquran sama dengan nikmat kenabian,
bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca (hafal) alquran, maka sungguh dirinya telah
menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim).
(7) Seorang hafizh alquran
adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (Penghargaan khusus dari Nabi
Muhammad Saw..). Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi Muhammad Saw.
kepada para sahabat penghafal Alquran adalah perhatian yang khusus kepada para
syuhada Uhud yang hafizh alquran.
Rasul mendahulukan pemakamannya. “Adalah Nabi mengumpulkan di antara orang
syuhada uhud, kemudian beliau bersabda: Manakah di antara keduanya yang lebih
banyak hafal alquran, ketika
ditunjuk kepada salah satunya, maka beliu mendahulukan pemakamannya di liang
lahat.” (HR. Bukhari)
(8) Telah diriwayatkan oleh Tirmizi, 2914 dan Abu Daud,
1464 dari Abdullah bin Amr dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Dikatakan kepada pemilik Alquran, bacalah dan mendakilah. Bacalah dengan
tartil sebagaimana engkau membaca secara tartil di dunia. Karena kedudukanmu di
akhir ayat yang engkau baca.” (Hadis ini disahihkan oleh Al-Albany dalam
As-silsilah As-Shahihah, 5/281 no. 2240)
(9) Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas
bumi. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat
bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli alquran. Merekalah keluarga Allah dan
pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
(10) Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya, dan mengamalkannya,
maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya
matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak
pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah
ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari alquran.” (HR. Al-Hakim)
(11) Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Akan
dikatakan kepada shahib Alquran, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana
engkau dulu mentartilkan Alquran di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir
ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
(12) Kepada hafizh Alquran, Rasulullah Saw.. menetapkan
berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah Saw. bersabda, “Yang menjadi
imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
(13) “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka
baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku
tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam
satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. At-Turmudzi).
(14) Dari Ibnu Umar ra.ma dari Nabi Muhammad Saw. beliau
bersabda: “Tidak boleh ada hasad (kecemburuan) kecuali pada dua hal. (Pertama)
kepada seorang yang telah diberi Allah (hafalan) Alquran, sehingga ia
membacanya siang dan malam. (Kedua) kepada seorang yang dikaruniakan Allah
harta kekayaan, lalu dibelanjakannya harta itu siang dan malam (di jalan
Allah).” (HR. Al-Bukhari no. 4638 dan Muslim no. 1350)
(15) Dari ‘Aisyah radhiallahu anha dia berkata:
Rasulullah Saw. bersabda: “Orang yang mahir membaca alquran, maka kedudukannya di akhirat
ditemani oleh para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Alquran dengan
tertatah-tatah, ia sulit dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” (HR.
Muslim no. 1329)
(16) Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra. dari
Nabi Muhammad Saw. beliau bersabda: “Perumpamaan orang yang membaca alquran adalah seperti buah Utrujjah,
rasanya lezat dan baunya juga sedap. Sedang orang yang tidak membaca alquran adalah seperti buah kurma,
rasanya manis, namun baunya tidak ada. Adapun orang Fajir yang membaca alquran adalah seperti buah Raihanah,
baunya harum, namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang Fajir yang tidak
membaca alquran adalah seperti
buah Hanzhalah, rasanya pahit dan baunya juga tidak sedap.” (HR. Al-Bukhari no.
4632 dan Muslim no. 1328)
(17) Para malaikat juga ada yang mempunyai tugas khusus
turun untuk mendengarkan bacaan orang yang membaca Alquran. Abu Said Al Khudri
ra. bercerita: “Pada suatu malam, Usaid bin Hudlair membaca (surat Al-Kahfi) di
tempat penambatan kudanya. Tiba-tiba kudanya meloncat, ia membaca lagi, dan
kuda itupun meloncat lagi. Kemudian ia membaca lagi, dan kuda itu meloncat
kembali. Usaid berkata, “Saya khawatir kuda itu akan menginjak Yahya, maka aku
pun berdiri ke arahnya. Ternyata (aku melihat) sepertinya ada Zhullah (sesuatu
yang menaungi) di atas kepalaku, di dalamnya terdapat cahaya yang menjulang ke
angkasa hingga aku tidak lagi melihatnya. Maka pada pagi harinya, aku menemui
Rasulullah Saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, semalam saya membaca (alquran)
di tempat penambatan kudaku namun tiba-tiba kudaku meloncat.” Maka Rasulullah Saw.
bersabda: “Bacalah wahai Ibnu Hudlair.” Kemudian aku pun membacanya lagi, dan
kuda itu juga meloncat kembali. Beliau bersabda: “Bacalah wahai Ibnu Hudlair.”
Kemudian aku pun membacanya lagi, dan kuda itu juga meloncat kembali. Beliau
bersabda lagi, “Bacalah wahai Ibnu Hudlair.” Ibnu Hudlair berkata; Maka sesudah
itu, akhirnya saya beranjak. Saat itu Yahya dekat dengan kuda, maka saya
khawatir kuda itu akan menginjaknya. Kemudian saya melihat sesuatu seperti
Zhullah (sesuatu yang menaungi) yang di dalamnya terdapat cahaya yang naik ke
atas angkasa hingga saya tidak lagi melihatnya. Maka Rasulullah Saw. pun
bersabda: “Itu adalah Malaikat yang sedang menyimak bacaanmu, sekiranya kamu
terus membaca, niscaya pada pagi harinya manusia akan melihatnya dan Malaikat
itu tidak bisa menutup diri dari pandangan mereka.” (HR. Muslim no. 1327)
(18) Dalam hal keutamaan penghafal Alquran, terdapat
riwayat dari Bukhari no. 497 dari
Aisyah dari Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Perumpamaan yang membaca
Alquran sementara dia menghafalkannya bersama para Malaikat. Sedangkan perumpamaan
yang membaca Alquran sementara dia menjaganya dengan sungguh-sungguha maka dia
mendapatkan dua pahala.”
(19) Nabi Muhammad saw, bersabda: “Puasa dan alquran akan memberikan syafaat bagi
seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, 'Wahai Tuhanku sesungguhnya aku
menghalanginya dari makan dan syahwat pada siang hari, maka berikanlah syafaat
kepadaku untuknya. Lalu Alquran berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah
menghalanginya dari tidur waktu malam hari, maka berikanlah syafaat kepadaku untuknya.
Maka keduanya dapat memberikan syafaat.” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani dan Hakim.
Disahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 3882)
(20) Jabir ibn Abdillah ra berkata : Ketika Rasulullah Saw.
ingin menguburkan para suhada perang Uhud, baginda menggabungkan dua jenazah
dalam satu lahat, sebelum itu baginda bertanya: Siapakah di antara mereka yang
paling banyak menghfal alquran ? Jika ada yang mengisyaratkan ke arah salah
satu dari jenazah, maka jenazah itu didahulukan masuk ke liang lahat. Kemudian
baginda bersabda: “Saya akan
menjadi saksi untuk mereka pada hari kiamat nanti. Beliau memerintahkan
jenazah-jenazah tersebut dikubur bersama darah-darahnya tanpa perlu dimandikan.”
(Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (Hadis no. 1266), Abu Dawud (Hadis
no. 2731), al-Tirmizi (Hadis no. 957) al-Nasa’i (Hadis no. 1929) dan Ibn Majah
(Hadis no. 1503).
(21) Sahal ibn Sa’ad ra berkata: Telah datang kepada Nabi Muhammad Saw.
seorang perempuan dan berkata bahwa dia telah menyerahkan dirinya untuk Allah
dan Rasul-Nya. Nabi bersabda: “Aku
tidak menginginkan perempuan. Maka seorang sahabat berkata: Kawinkanlah aku
dengannya”. Rasulullah Saw. bersabda: “Berikanlah
dia pakaian (sebagai maskawin)”. Pria itu menjawab: “Saya tidak mampu”. Nabi Muhammad Saw.
bersabda kembali: “Berikanlah dia
walaupun cincin dari besi”. Pria itu tidak menyanggupinya. Rasulullah Saw. pun bersabda
lagi: “Apa yang kamu hafal dari
alquran?” Pria itu menjawab: “Beberapa surat, surat ini dan itu”. Akhirnya Rasulullah Saw. bersabda: “Aku telah nikahkan kamu dengan
hafalan alquran yang kamu miliki (untuk diajarkan kepada istri sebagai mahar)”.
Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (Hadis no. 5029) dan Muslim (Hadis
no. 2554).
Berbahagialah wahai para
penghafal alquran ….
Penulis: Adrie Noor
Sumber: Facebook (Shohibul
Faroji), riyadhul-quran.com